Catatan Dunia Menulis dan Kreativitas

24 October 2013

Yuk Mengenal Sejarah Cerita Misteri

8:00 PM Posted by Dyah Utami 4 comments
Mungkin kamu bertanya-tanya buat apa sih tahu sejarah dan aneka bentuk cerita misteri? Sebenarnya sih memang nggak penting-penting banget kalau kamu memang ingin langsung menulis. Artinya, menulis ya menulis saja. Nggak penting juga kan menggolongkan cerita kamu termasuk apa. Orang pada akhirnya yang penting adalah kualitas kamu kok. Ntar terserah aja orang mau menggolongkan sebagai apa.

Hanya saja kalau saya pribadi, saya suka melongok sejarah karena darinya saya bisa belajar banyak hal. Termasuk di dalamnya mencari buku-buku cerita misteri yang paling berpengaruh. Dalam penjelasan berikut, saya akan melihat cerita misteri lebih sempit lingkupannya, yaitu cerita detektif atau (sebagian orang menyebut sebagai) cerita kriminal (crime writing).

Sejarah
Edgar Allan Poe
Pengarang pertama yang menuliskan cerita detektif mungkin adalah Edgar Allan Poe dalam cerita pendeknya Pembunuhan di Rue Morgue (The Murders in the Rue Morgue) pada tahun 1841. Poe bahkan menciptakan subgenre dalam cerita detektif yang disebut sebagai Impossible Crime (kejahatan yang tidak mungkin) atau sering disebut sebagai locked room mystery (misteri kamar tertutup). Kalau kamu sering membaca Detektif Conan, banyak kasus detektif conan yang termasuk locked room mystery.
 
Setelah Poe ada Sherlock Holmes yang lahir dari tangan dingin Sir Arthur Conan Doyle. Keduanya membangun sosok detektif yang rasional dan mengambil kesimpulan berdasarkan bukti yang ada. Hingga sekarang Sherlock Holmes menjadi salah satu karakter detektif yang paling berpengaruh dan menjadi panutan banyak penulis. Jadi kalau kamu mau belajar menulis cerita detektif, setidaknya, lahaplah Sherlock Holmes. 

Ragam Cerita Misteri
Hadirnya tulisan Edgar Allan Poe dan Sir Arthur Conan Doyle mendorong lebih banyak munculnya cerita misteri. Dari beragam cerita misteri (atau cerita detektif), dapat kita simpulkan ada tiga ragam cerita misteri yang berkembang sampai sekarang.

Classic Whodunit
Sebenarnya saya mau menuliskan artinya dalam bahasa Indonesia, tapi sampai sekarang sepertinya saya belum menemukan istilah yang tepat. Jadi, Classic Whodunit aja, ya? Yang termasuk ke dalam jenis cerita ini adalah kisah seperti Sherlock Holmes atau karya-karya Agatha Christie.  

Ciri-ciri cerita seperti ini biasanya terjadi di tempat-tempat yang ‘indah’ seperti dalam kisah Agatha Christie, di pedesaan Inggris. Awal cerita digambarkan sebagai dunia yang teratur kemudian keteraturan itu terganggu karena adanya pembunuhan. Tokoh utama kemudian berusaha mencari pelaku. Setelah pelaku ditemukan, dunia kembali menjadi tenang.
Aliran ini juga disebut sebagai cerita ‘cozy detective’. Disebut cozy karena memang para pembacanya menganggapnya sebagai bacaan ringan yang bisa dinikmati sembari bersantai. Pembacanya tidak perlu terlalu pusing karena akhirnya semua akan baik-baik saja.
 
Bagi sebagian pihak, classic whodunit terkesan tidak realistis. Tapi, saya pikir sampai sekarang classic whodunit masih banyak dipakai para penulis dan tidak ada salahnya dengan itu. Kalau kamu nonton serial Monk, Psych atau Castle, kamu akan menemukan nuansa classic Whodunit di dalamnya.

American Hard-Boiled Detective Story
Jika cerita detektif Inggris membuka cerita dengan dunia yang pada awalnya baik-baik saja, para detektif Amerika ini justru mengungkapkan bahwa dunia memang sudah kacau sebelum terjadi kejahatan. Kekerasan adalah hal yang biasa di dunia tersebut. Bahkan adalah hal biasa jika detektifnya sama kacaunya. Bisa jadi para detektif ini bercerai, memiliki masalah pribadi, dan lain-lain. Ciri lainnya adalah korban tidak hanya satu, tapi beragam. Dan para pelaku berusaha membungkam jagoan dengan beragam cara. Pengarang yang menonjol dari ragam cerita ini adalah Dashiell Hammet dan Raymond Chandler. Penulis terkenal lain yang masuk dalam jenis ini adalah Sue Grafton, Michael Connelly, Ruth Rendell, Val McDermid, Ian Rankin dan P.D James.

Police Prosedural
Untuk jenis yang satu ini, kamu dapat mengingatnya dengan mudah. Pokoknya, ingat saja CSI! Jika dalam Classic dan American Hard Boiled, tokoh utamanya adalah seseorang, dalam the prosedural, tokoh utamanya adalah tim polisi itu sendiri. Drama yang ditunjukkan berlangsung di laboratorium forensik, kesesuaian antara satu saksi dan yang lain dan lain-lain. Para tokoh utamanya juga digambarkan manusiawi, bukan manusia super yang serba tahu. Tokoh utamanya tidak harus polisi, lho. Bisa saja seorang profiler atau petugas forensik. Beberapa penulis yang terkenal dalam jenis ini adalah Joseph Wambaugh, James Ellroy, dan Patricia Cornwell. 

Nah, sekarang kamu sudah tahu sejarah dan ragam ceritanya. Pada pembahasan berikutnya, kita akan belajar membedakan cerita misteri dan cerita suspense.
Reactions:

4 comments:

  1. Saya pengen banget nulis misteri tapi kok ya gak bisa2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba banyak-banyak membaca novel atau cerita misteri dan melihat bagaimana cara si penulis membangun cerita, mbak :)

      Delete
  2. hay semua nya aku mau kenalin nih
    “Zapplerepair Apple dan Smarphone specialist
    telp: 087788855868
    website: http://indonesia.zapplerepair.com/

    ReplyDelete