Catatan Dunia Menulis dan Kreativitas

11 December 2012

Burung yang Tergantung di Dahan

6:57 PM Posted by Dyah Utami 1 comment
sumber:dithalen.blogspot.com
Sore itu, teman saya menelpon saya. Karena sinyal di rumah saya tidak begiu bagus, saya memutuskan ke teras rumah saya. Namun, apa yang seharusnya hanya menjadi percakapan biasa, berubah menjadi pelajaran penting bagi saya.

Pada awalnya, saya hanya melihat sesuatu yang bergerak liar di dahan pohon depan rumah saya. Sementara telinga saya mendengarkan kalimat dari teman saya, mata saya tidak bisa lepas dari binatang kecil itu. Kelelawar? Begitu mulanya saya berpikir. Namun kemudian saya sadar. Tidak, itu bukan kelelawar. Itu adalah burung gereja. Dan ia tengah tersangkut dalam jeratan tali.

Seusai telepon ditutup, saya langsung mengambil gunting. Begitu keluar dari rumah, saya baru mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Seekor burung gereja tengah tergantung di dahan, berjuang melepaskan diri dari jeratan tali. Namun semakin lama ia bergerak, semakin erat tali itu menjeratnya.

Saat saya naik ke tempat sampah untuk memotong dahannya, saya mendapatkan kaki mungilnya telah terluka. Entah sudah berapa lama ia ada di sana. Sejam, setengah hari, atau bahkan lebih dari itu? Posisinya sedikit tersembunyi, kecil kemungkinan orang akan melihatnya. Jika saya tidak melihatnya, apakah ia bisa selamat?

Saya sedikit takut, ia akan berbalik mematuk saya, namun makhluk itu terlihat pasrah saat saya berusaha menguraikan jeratan tali itu. Saya melakukannya dengan hati-hati, takut saya justru akan memotong kaki kecilnya tanpa sengaja. Dibutuhkan beberapa waktu sebelum akhirnya, saya berhasil melepaskan jeratannya.

Burung kecil itu akhirnya berhasil terbang lagi. Namun itu mungkin tidak sadar kalau ia baru saja meninggalkan pelajaran bagi saya. Jika Tuhan tidak membawa saya pada posisi itu di waktu itu, entah siapa yang akan menolongnya.

Saat itu saya menyadari bahwa dalam situasi seburuk apapun, ada tangan yang melindungi kita. Dan tanganNya terulur pada kita pada waktu yang tepat, melalui orang yang tepat. Yang perlu kamu lakukan hanyalah terus mengepakkan sayapmu, berharap tangan itu cepat terulur padamu.