Catatan Dunia Menulis dan Kreativitas

02 July 2014

MENJARING IDE MELALUI JURNAL DAN MIMPI

8:00 AM Posted by Dyah Utami 1 comment
Berapa banyak dari Anda yang memiliki notes atau jurnal? Lebih jauh lebih berapa banyak dari Anda yang menulisnya SETIAP HARI? Saya harap Anda semua memiliki buku catatan, meskipun tidak menggunakannya setiap hari.

Anda tahu, buku catatan merupakan hal yang paling esensial dalam menangkap ide bagi penulis. Mengapa? Karena ide dapat hilang dalam sekejap. Anda mengatakan, “saya punya ide ini…” kemudian Anda berpikir, “Ah, nanti saja saya mencatatnya di rumah.” Yakin Anda masih ingat begitu sampai di rumah? Belum tentu. Jangan-jangan Anda malah sibuk dengan yang lain. Akhirnya sebelum tidur Anda malah berpikir, “tadi kayaknya aku punya ide keren, deh. Tapi apa, ya?”

Saya pernah memiliki seorang murid menulis. Saya mengatakan padanya bahwa semua penulis terkenal selalu memiliki buku catatan untuk mencatat ide. Dan wow, besoknya tanpa saya minta, dia sudah memiliki notes. Jadi, jika Anda serius ingin jadi penulis, miliki sebuah buku catatan dan bawa bolpein ke mana-mana. Setidaknya bolpein. Setidaknya Anda bisa meniru Stephen King yang langsung mencatat idenya di atas tissue makan. Alternatif lain, Anda bisa menggunakan handphone atau tablet untuk mencatat atau merekam suara Anda. 

Dan setelah Anda memiliki notes, bawalah notes Anda ke manapun Anda pergi. Catatlah segala sesuatu yang menarik perhatian Anda. Catat kalimat dalam buku yang Anda temukan. Catat pengamatan Anda terhadap sesuatu. Catat ide Anda yang keluar.

Setelah beberapa saat buku Anda mulai penulis, coba baca kembali notes Anda. Koneksi ide apa yang Anda temukan? Apa ada hal-hal yang bisa Anda kembangkan lebih jauh lagi? 

MORNING PAGES 

Oke. Anda sudah punya notes. Lalu, apa langkah selanjutnya? Morning Pages. Huh, apa itu? Istilah morning pages berasal dari Julia Cameron, penulis The Artist’s Way. Bukunya bagus untuk Anda yang ingin memecahkan kebuntuan Anda dalam menulis, secara spiritual. 

Konsepnya sederhana saja. Setiap pagi, begitu Anda bangun tidur, luangkan waktu untuk menulis selama tiga halaman (makanya notesnya jangan besar-besar ^_^). Tulis apa saja. Mau curhat, mau bercerita tentang film yang tadi malam ditonton, mau nulis nggak jelas, silahkan saja. Poin dari Morning Pages adalah melatih tangan dan pikiran Anda untuk menulis tanpa aturan, tanpa sensor.  Ibaratnya olahraga, morning pages adalah pemanasan bagi Anda. Setelah itu selesai, tutup morning pages Anda dan lupakan. Tidak perlu Anda baca lagi. Lakukan kegiatan Anda sehari-hari.  

MIMPI 

Mimpi juga bisa menjadi tempat yang menarik bagi ide Anda. Kalau tidak, bagaimana mungkin ada yang bisa membuat film tentang dunia mimpi seperti Inception? Melalui mimpi, kita juga bisa mendapatkan ide cerita yang menarik. Semua ini tergantung bagaimana Anda memperhatikan mimpi Anda.

Untuk mendapatkan ide dari mimpi, cobalah buat jurnal mimpi. Mungkin akan ada saat di mana Anda tidur terlalu dalam sehingga tidak bermimpi. Tidak apa-apa. Yang penting, begitu bangun coba gali kembali pikiran Anda. Ingat-ingat kata kunci yang muncul dalam pikiran Anda.

Sejalan dengan waktu, semakin Anda mengamati mimpi Anda, semakin mudah ingatan mimpi itu akan kembali pada Anda. Bahkan mimpi Anda bisa terlihat lebih detil, lebih jelas. Siapa tahu, Anda akan menemukan jawaban dari kebuntuan ide Anda.
Reactions:

1 comment:

  1. masalahnya sering kali mimpi susah diingat, ntah knp..
    trus gmn mau dicatat..

    ReplyDelete