Catatan Dunia Menulis dan Kreativitas

16 July 2014

Mengembangkan Ide Menulis dengan Sistem SCAMPER

8:00 AM Posted by Dyah Utami 5 comments

Bagaimana kalau kita gabungkan kucing dengan errr.. domba?
Seorang penulis yang baik adalah penulis yang tidak terpaku pada ide yang pertama kali keluar. Baginya, ide adalah sesuatu yang bisa terus bergerak, berubah. Bahkan sebenarnya, ide pertama yang keluar dalam benaknya adalah ide yang paling biasa-biasa saja, kurang orisinal. Mengapa/ Karena otak kita biasa melakukan asosiasi terdekat. Semakin lama kita memikirkan ide tersebut, kita akan mencari sesuatu yang asosiasinya tidak dekat. Lama-lama kita akan menemukan sesuatu yang lebih orisinil dibandingkan ide pertama kita. 

Salah satu cara untuk mengolah ide tersebut adalah dengan menggunakan sistem Scamper.
Scamper adalah sembilan prinsip berpikir kreatif yang diciptakan oleh Alex Osborn dan emudian disusun ulang oleh Bob Eberle. Kesembilan prinsip berpikir itu adalah:

S (Substitute) = Mengganti
C (Combine) = Kombinasi
A (Adapt) = Menyesuaikan
M (Magnify/Modify) = Memperbesar/Memodifikasi
P (Put to other use) = Memanfaatkan untuk kegunaan lain
E (Eliminate) = Menghapus
R (Rearrange/Reverse) = Menyusun kembali/Membalik

Scamper disusun berdasarkan pendapat bahwa segala sesuatu yang ‘baru’ sebenarnya adalah penambahan atau modifikasi dari segala sesuatu yang ada. Contohnya, handphone adalah modifikasi dari telepon. Tablet seperti Ipad adalah modifikasi dari komputer. Di dunia kepenulisan, hal yang sama juga berlaku. Kisah Titanic, misalnya, tidak lebih dari versi lain Romeo dan Juliet. Begitu juga dengan cerita Cinderella dan Beauty and The Beast.

Menerapkan Scamper dalam Menulis

S (Substitute) = Mengganti.
Anda boleh mengambil sebuah cerita yang Anda sukai dan mengganti semua hal yang bisa Anda ganti. Ini bukan mencuri, selama orang lain tidak bisa mengenali darimana ‘inspirasi’ cerita Anda. Misalnya Anda mengambil Twilight, tetapi yang manusia adalah cowok, ditemani satu peri cantik dan satu penyihir. Genrenya bukan romantis melainkan komedi. Lokasinya di pedalaman papua. Tetapi plotnya sama persis dengan Twilight.

C (Combine) = Kombinasi
Anda juga bisa menggabungkan beberapa cerita untuk mendapatkan satu cerita yang menarik. Misalnya: Gabungan dari Finding Nemo dan Lord of the Ring, atau  Inception dengan Twilight dan Titanic. Atau Ayat-ayat Cinta dengan Ada Apa dengan Cinta?

A (Adapt) = Menyesuaikan
Sebelum Anda, sudah ada orang-orang yang memikirkan masalah yang mungkin tengah Anda hadapi. Anda bisa memanfaatkan pemikiran ini demi kepentingan Anda. Cara mengolah plot siapa yang Anda Anda bagus? Cara menciptakan tokoh siapa yang bisa saya tiru? Apa yang bisa saya gabungkan dengan ide saya? Bagaimana saya menyesuaikan teori kepenulisan yang saya pelajari dengan situasi saya?

M (Magnify/Modify) = Memperbesar/Memodifikasi
Cara lain mendapatkan ide adalah dengan memperbesar atau memperluas ide Anda. Ini, menurut saya adalah salah satu bagian terpenting menjadi penulis. Jika Anda hanya meniru karya penulis lain, Anda tidak memberikan makna baru bagi pembaca. Perempuan jatuh cinta pada lelaki? Sudah banyak sekali. Lalu di mana kelebihan karya Anda? Apakah ada nilai ekstra dalam karya Anda? Bagaimana Anda bisa menciptakan tulisan yang lebih dalam, lebih luas atau lebih bermakna dibandingkan karya yang sudah ada sebelumnya?

P (Put to other use) = Memanfaatkan untuk kegunaan lain
Apakah buku Anda bisa digunakan untuk hal yang lain selain hiburan atau hadiah? Misalnya, buku Anda didesain untuk dibentuk menjadi wadah barang, pajangan yang menarik, dan lain-lain. Dengan demikian, Anda bisa meluaskan lingkup pemasaran buku Anda.

E (Eliminate) = Menghapus
Selain menambahkan ide, Anda juga bisa membuang sebagian dari ide tersebut. Coba perhatikan, bagian mana yang bisa Anda abaikan? Bagaimana kalau buku ini dibagi dua bagian saja? Bagaimana kalau cerita ini dipadatkan? Mana yang perlu? Mana yang tidak perlu?
Proses ini akan Anda hadapi saat Anda mulai mengedit naskah. Mungkin Anda akan merasa sulit karena Anda merasa semua bagian cerita Anda ‘terlihat’ utuh dan tidak boleh diotak-atik. Namun jika Anda bersedia mengotak-atik cerita Anda, bermain dengan ide menghapus dan memadatkan, maka bisa jadi tulisan Anda akan jauh lebih kuat.

R (Rearrange/Reverse) = Menyusun kembali/Membalik
Ide tentang membalik ini sudah dibahas minggu lalu secara spesifik. Tetapi intinya, kita mengubah langkah kita dalam menyusun cerita. Dari yang biasanya menulis dari awal, kita memulai dengan dari belakang.

Salinger dan Kafka

Saya ingin menutup tulisan kecil ini dengan cerita tentang Kafka dan JD Salinger. Saat novel Franz Kafka keluar, banyak orang terkesima akan unsur keterbaruan dalam novel Metamorphosis-nya. Ya iyalah, orang tokoh utamanya bangun dan langsung berubah menjadi serangga. Siapa yang akan terpikir? Hal ini membuat JD Salinger merasa tidak percaya diri, namun pada saat yang bersamaan, ia juga merasa tertantang. Ia membaca semua karya Kafka dan berusaha untuk menulis dengan gayanya sendiri. Hasilnya? Catcher in The Rye yang terkenal itu. Sejumlah penulis yang terinspirasi dari tulisan Kafka adalah George Orwell dan Neil Gaiman. Tetapi para penulis ini, tidak sekedar menyalin gaya Kafka, mereka menambahkan hal-hal yang belum diekspolarasi oleh Kafka. 
 
Intinya adalah jangan ragu untuk mengobrak-abrik tulisan penulis lain. Karya yang sudah ada saat ini bisa jadi bukan karya yang terbaik. Bakan, mereka menunggu untuk Anda eksplorasi, Anda perdalam dan Anda kembangkan.
Reactions:

5 comments:

  1. WOW Keren nie artikernya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    ReplyDelete
  2. artikel yang bermanfaat,terimakasih sudah share :)

    ReplyDelete
  3. Waini.... artikel yang harus diperhatikan betul dan dibaca sering-sering. di-bookmark aah :D

    ReplyDelete