Catatan Dunia Menulis dan Kreativitas

30 October 2012

Cara Gampang Bikin Cover Buku For Fun!

7:41 AM Posted by Dyah Utami , , 18 comments
Salah satu trik saya untuk membantu menyelesaikan naskah adalah dengan membuat cover bohongannya. Saya suka menipu diri saya sendiri bahwa naskah saya sebenarnya sudah jadi, tinggal diekstrak saja dari otak. Buktinya, nih udah ada covernya. Hahaha...Kalau kamu suka mengkhayal ngelamun menciptakan visualisasi bukumu udah terpampang di toko, kamu juga bisa pakai cara ini. Siapa tahu terkabul.

Oh, ya. Cover ini bukan cover betulan. Ukurannya kecil, dan kamu nggak bisa memakainya untuk penerbitan betula. So, jangan protes ya. Ini hanya untuk fun aja.

Oke. Kita langsung aja. Saya nggak pakai photoshop karena saya nggak tahu caranya. Jadi, cara yang saya pakai adalah:

  1. Cari gambar yang diinginkan di Google Image.
  2. Alternatif lain yang saya suka adalah dengan mencari gambar untuk cover di flickrCC. Tinggal cari aja kata kunci yang kamu inginkan. Klik ukuran yang kamu inginkan dan kemudian simpan dan klik kanan pada tetikus. Saya berusaha menggunakan ukuran yang 'large'.
  3. Setelah itu pergilah ke Ribbet.com Biarpun namanya ribet, cara bikinnya nggak ribet, kok. Bahkan, kamu nggak perlu daftar. 
  4. Masukkan gambar yang sudah kamu simpan di komputer di bagian "upload a photo"
  5. Kamu bisa mengatur ukuran gambar di 'basic edit"
  6. Kamu bisa menambahkan tulisan di 'text'
  7. Setelah selesai berkreasi, kamu bisa save di komputer kamu. Selesai, deh.
Ini hasil beberapa 'cover' yang saya buat. Asyik, ya. Serasa sudah menerbitkan bukunya. Padahal, naskahnya diketik aja belum. #digaplok.

Kalau kamu udah bikin, pasang linknya di kolom komentar, ya. ^____^


 

21 October 2012

Lezatnya Gizi dalam Semangkuk Sroto Sokaraja

8:20 AM Posted by Dyah Utami No comments




Dari awal, ia sudah menawarkan sensasi yang menggoda. Aromanya yang penuh rempah menari-nari, keluar dari kepulan hangat semangkuk soto yang menggoda. Jahe, serai, lengkuas, bawang putih, bawang merah serta kemiri dan kunyit berdansa dalam alunan kuah kaldu kecoklatan yang sedikit kental. Ketika mereka bertemu dengan toge yang segar dan potongan daging ayam atau sapi yang nikmat, rasanya menjadi tak tertahankan: segar, hangat, dan nikmat. 

Namun pertunjukkan belum selesai. Bumbu kacang yang pedas datang untuk untuk memberi kejutan sensasi yang belum pernah Anda temui. Ia panas, menggoda, dan meningkatkan sensasi lidah Anda ke jenjang yang lebih tinggi. Ia akan ditemani dengan krupuk warna-warni yang gurih dan heboh, bak penari samba Brazil. Bila Anda merasa belum cukup, tambahkan juga mendoan ke dalam petualangan kuliner Anda. Ia adalah irisan tempe tipis berlapis tepung yang hangat dan paling enak dinikmati saat baru saja selesai digoreng. Dan Anda akan tenggelam dalam sensasi kuliner yang tiada duanya. Anda akan menginginkannya lagi, lagi, dan lagi. 

Karena ia bukan sembarang soto yang Anda kenal. Namanya adalah Sroto. Sroto Sokaraja.  

Bagi banyak orang, nama Sokaraja mungkin bukanlah nama yang akrab di telinga. Anda mungkin lebih mengenal tetangganya, Purwokerto ataupun Banyumas di Jawa Tengah. Sebenarnya, Sokaraja merupakan nama sebuah kecamatan di Kabupaten Banyumas. Letaknya berada di sebelah timur kota Purwokerto dan sebelah utara kabupaten Banyumas. Meski hanya sebuah kecamatan, Sokaraja terkenal akan sroto dan getuk gorengnya. Di daerah ini juga terdapat pabrik gula Kalibagor yang sayangnya  telah lama ditutup.

Nah itu sekilas tentang Sokaraja. Sekarang, mari kita kembali bicara mengenai srotonya. 

Dari mana Sroto Berasal?
Hmm...nikmatnya Sroto Sokaraja
Sari Edelstein (2011) dalam Food, Cuisine and Cultural Competency, mengatakan bahwa masakan Indonesia, merupakan salah satu masakan paling unik di dunia lantaran kombinasi geografis dan kekayaan budayanya. Kita semua tahu bahwa banyak pedagang asing datang ke Indonesia: Cina, India, Timur Tengah, dan juga barat. Tentunya tidak heran kalau kedatangan mereka juga membawa pengaruh bagi budaya Indonesia, termasuk makanannya.  Begitu juga dengan Soto. 

Menurut Dennys Lombard dalam buku Nusa Jawa: Silang Budaya, Soto berasal dari Cina dengan nama Caudo. Soto pertama kali terkenal di Semarang dan kemudian menyebar ke daerah lainnya dengan beragam istilah. Ada Coto (Makassar), Tauto (Pekalongan), dan tentu saja Sroto di Sokaraja.

Setiap tempat kemudian mengembangkan variasi soto masing-masing. Ada yang memadukan dengan penggunaan kunyit dari India, ataupun penggunaan gorengan bawang putih sebagai taburan seperti Cina. Ada juga yang menggunakan unsur budaya Jawa, yaitu penggunaan kemiri dan bawang merah.

Begitu juga dengan Sroto Sokaraja.  Ia tetap memasukkan unsur-unsur standar dalam soto, yaitu penggunaan bawang putih, bawang merah, beberapa bumbu khas Indonesia serta kuah kaldu daging yang kental. Namun ia menambahkan unsur lokal yang menjadikannya berbeda dengan soto lainnya. Ia memadukan sambal kacang pedas, penggunaan ketupat dan mendoan yang merupakan karya asli bangsa Indonesia. Ketiga unsur ini menciptakan variasi baru dalam soto yang tidak kalah lezatnya dengan soto lain yang ada. 

 Yang ada di dalam Sroto
Sroto itu baik bagi Anda. Lihat saja kandungan gizinya di dalam sebuah mangkuk. Pertama, Anda akan mendapatkan toge dan bumbu kacang. Sebagaimana kita semua tahu, kacang kaya akan kalori dan nutrisi vitamin e dan asam lemak omega-3. Orang yang mengkonsumsi kacang memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung daripada mereka yang tidak mengkonsumsi kacang. Ini karena lemak tak jenuh dalam kacang membantu menurunkan kolesterol darah sehingga mencegah penggumpalan darah yang dapat mengganggu kerja jantung.

Selain kacang, Anda akan bertemu dengan bawang putih. Si mungil ini sangat berguna untuk membantu melawan pilek karena ia adalah antiobiotik alami. Ia membantu memperlancar peredaran darah dan menurunkan kolesterol. 

Anda akan juga menemukan daging dalam mangkuk Sroto Anda. Daging merupakan sumber potein yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Daging kaya akan vitamin dan mineral. Meskipun demikian, ingatlah bahwa konsumsi daging berlebihan dapat meningkatkan jumlah bakteri berbahaya dalam usus.

Dan jika Anda menambahkan mendoan sebagai teman bersantap sroto Anda, Anda akan mendapatkan sejumlah manfaat dari kedelainya seperti: menurunkan tekanan darah tinggi, kadar kolesterol serta menurunkan risiko penyakit jantung. Hanya berhati-hatilah dengan penggunaan minyak gorengnya yang kurang baik untuk kesehatan jika sudah terlalu sering dipakai. Dan perhatikan juga kerupuknya. Demi kesehatan Anda, konsumsilah kerupuk yang dibuat dengan pewarna khusus untuk makanan.

05 October 2012

Mengurai Writer's Block

3:19 PM Posted by Dyah Utami , , No comments
Paolo Coelho pernah mengatakan bahwa satu-satunya saat di mana Ia mengalami writer's block atau kebuntuan dalam menulis adalah saat komputernya rusak. Saya pikir, itu keren banget dan seharusnya semua penulis seperti dia.

Tetapi sayangnya tidak begitu. Bagi sebagian dari kita writer's block itu nyata, sama nyatanya dengan hantu. Artinya, Anda bebas memilih apakah writer's block itu ada atau tidak.

Bagi saya, writer's block itu nyata. Mungkin sebagian orang akan memandang sikap ini sebagai tidak professional, tetapi hey, itulah yang terjadi. Setelah menyelesaikan novel terakhir saya, energi saya seperti terkuras habis. Ada ide baru yang muncul, tetapi entah kenapa setiap kali saya mencoba membuat konsepnya, saya selalu tidak puas. Saya selalu menemukan jalan buntu. Tidak peduli berapa banyak buku yang saya baca. Ada yang salah, tetapi saya tidak tahu apa.

Dan saat itu saya menyadari bahwa itulah writer's block saya. Pada awalnya saya membencinya. Saya ingin kembali ke masa saat saya mengerjakan novel sebelumnya. Dunia terasa indah, penuh kupu-kupu, kata-kata saya lancar. Itu yang saya inginkan. Tetapi bukan seperti itu kenyataannya.

Baru kemudian saya menyadari bahwa tidak seharusnya saya membenci writer's block itu. Saat masalah datang, sebenarnya ia tengah mengatakan ada sesuatu yang salah Entah kita kurang motivasi (sehingga malas), kurang ilmu, kurang riset, kurang mencintai ide kita, jenuh, ada masalah, dan sebagainya. Hanya Anda yang bisa menanyakan itu pada diri Anda sendiri dan menemukan jawabannya.

Jadi bagaimana jika Anda menghadapi writer's block. Ini sedikit tips untuk menguraikannya.

  1. Terima writer's block sebagai bagian dari lingkaran kreativitas. Kadang Anda dapat ide, kadang tidak. Tetapi jangan jadikan ini alasan. Teruslah mencari ide yang lain.
  2. Jika Anda kurang motivasi, tanyakan pada diri Anda sendiri alasan dasar mengapa Anda harus menyelesaikan tulisan Anda. Niat yang positif biasanya lebih memudahkan Anda meremukkan writer's block daripada niat seperti ingin terlihat hebat.
  3. Salah satu alasan mengapa Anda mendapat writer's block adalah Anda tidak berpikir dengan lancar. Coba cari tahu bagaimana orang kreatif seperti Da Vinci atau Edison (atau mungkin penulis favorit Anda?) memecahkan kebuntuan mereka.
  4. Sumber ide yang kering juga mungkin menjadi alasannya. Carilah ide baru lewat buku atau pengalaman hidup baru
  5. Carilah pendapat dari teman Anda yang bisa dipercaya. Mungkin mereka bisa melihat apa yang salah saat Anda tidak.
  6. Jika Anda memang jenuh, beristirahatlah. Tubuh Anda memiliki hak untuk istirahat. Menulis itu seperti lari marathon, bukan lari 100 m. Untuk bertahan dalam jangka panjang, Anda perlu mengatur energi dengan baik.
  7. Yang terakhir, bersikaplah fleksibel. Mungkin ada ide yang lebih baik di luar sana. Tinggalkan ide lama Anda tetapi jangan melupakannya.
Catatan: Saran di atas tidak berlaku jika Anda menghadapi tenggat waktu. Sorry, jenuh atau tidak jenuh Anda harus memenuhi tugas Anda kalau Anda masih ingin bertahan.