Catatan Dunia Menulis dan Kreativitas

05 October 2012

Mengurai Writer's Block

3:19 PM Posted by Dyah Utami , , No comments
Paolo Coelho pernah mengatakan bahwa satu-satunya saat di mana Ia mengalami writer's block atau kebuntuan dalam menulis adalah saat komputernya rusak. Saya pikir, itu keren banget dan seharusnya semua penulis seperti dia.

Tetapi sayangnya tidak begitu. Bagi sebagian dari kita writer's block itu nyata, sama nyatanya dengan hantu. Artinya, Anda bebas memilih apakah writer's block itu ada atau tidak.

Bagi saya, writer's block itu nyata. Mungkin sebagian orang akan memandang sikap ini sebagai tidak professional, tetapi hey, itulah yang terjadi. Setelah menyelesaikan novel terakhir saya, energi saya seperti terkuras habis. Ada ide baru yang muncul, tetapi entah kenapa setiap kali saya mencoba membuat konsepnya, saya selalu tidak puas. Saya selalu menemukan jalan buntu. Tidak peduli berapa banyak buku yang saya baca. Ada yang salah, tetapi saya tidak tahu apa.

Dan saat itu saya menyadari bahwa itulah writer's block saya. Pada awalnya saya membencinya. Saya ingin kembali ke masa saat saya mengerjakan novel sebelumnya. Dunia terasa indah, penuh kupu-kupu, kata-kata saya lancar. Itu yang saya inginkan. Tetapi bukan seperti itu kenyataannya.

Baru kemudian saya menyadari bahwa tidak seharusnya saya membenci writer's block itu. Saat masalah datang, sebenarnya ia tengah mengatakan ada sesuatu yang salah Entah kita kurang motivasi (sehingga malas), kurang ilmu, kurang riset, kurang mencintai ide kita, jenuh, ada masalah, dan sebagainya. Hanya Anda yang bisa menanyakan itu pada diri Anda sendiri dan menemukan jawabannya.

Jadi bagaimana jika Anda menghadapi writer's block. Ini sedikit tips untuk menguraikannya.

  1. Terima writer's block sebagai bagian dari lingkaran kreativitas. Kadang Anda dapat ide, kadang tidak. Tetapi jangan jadikan ini alasan. Teruslah mencari ide yang lain.
  2. Jika Anda kurang motivasi, tanyakan pada diri Anda sendiri alasan dasar mengapa Anda harus menyelesaikan tulisan Anda. Niat yang positif biasanya lebih memudahkan Anda meremukkan writer's block daripada niat seperti ingin terlihat hebat.
  3. Salah satu alasan mengapa Anda mendapat writer's block adalah Anda tidak berpikir dengan lancar. Coba cari tahu bagaimana orang kreatif seperti Da Vinci atau Edison (atau mungkin penulis favorit Anda?) memecahkan kebuntuan mereka.
  4. Sumber ide yang kering juga mungkin menjadi alasannya. Carilah ide baru lewat buku atau pengalaman hidup baru
  5. Carilah pendapat dari teman Anda yang bisa dipercaya. Mungkin mereka bisa melihat apa yang salah saat Anda tidak.
  6. Jika Anda memang jenuh, beristirahatlah. Tubuh Anda memiliki hak untuk istirahat. Menulis itu seperti lari marathon, bukan lari 100 m. Untuk bertahan dalam jangka panjang, Anda perlu mengatur energi dengan baik.
  7. Yang terakhir, bersikaplah fleksibel. Mungkin ada ide yang lebih baik di luar sana. Tinggalkan ide lama Anda tetapi jangan melupakannya.
Catatan: Saran di atas tidak berlaku jika Anda menghadapi tenggat waktu. Sorry, jenuh atau tidak jenuh Anda harus memenuhi tugas Anda kalau Anda masih ingin bertahan.

 

Reactions:

0 komentar:

Post a Comment